Mata Merah Para Korban Tragedi Kanjuruhan Diperkirakan Pulih dalam Satu Bulan
INDOSPORT.COM - Tragedi Kanjuruhan yang terjadi seusai Derby Jatim antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya Sabtu (01/10/22) lalu, menimbulkan banyak korban.
Hingga saat ini, tercatat 135 orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan ratusan lainnya menderita luka-luka, baik ringan, sedang, maupun berat.
Khusus mereka yang mengalami luka-luka, sebagian besar menyasar pada mata. Para korban masih mengalami luka yang terlihat warna merah pada kelopak matanya.
Sebagaimana yang terlihat pada Ria Oktaviola, salah satu korban Tragedi Kanjuruhan yang dikunjungi Indosport.com, Selasa (25/10/22) lalu.
Kendati penglihatannya tak bermasalah, masih terdapat sejumlah bercak merah pada kedua kelopak mata siswi SMA Islam Kepanjen, Kabupaten Malang itu.
"Warna merah itu sifatnya temporer (sementara), karena disebabkan iritasi dari bahan gas air mata," demikian ucap Wakil Direktur Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, dr. Syaifullah Asmiragani.
Lebih lanjut, dia membeberkan luka pada mata itu dari sisi medis. Yang pasti, para korban hanya butuh waktu untuk memulihkan kondisi matanya hingga normal.
"Jadi, trauma pada mata itu ada dua, basa, dan asam, sedangkan (luka mata karena paparan gas air mata) sifatnya kimiawi basa," imbuh dia.
RSSA sendiri sudah menangani sejumlah korban yang terluka pada matanya akibat paparan gas air mata. Mayoritas mereka menunjukkan progres positif.
"Warna merah pada mata sudah banyak yang berkurang. Dan tidak ada satu pun dari mereka yang penglihatannya bermasalah," beber Syaifullah.
1. Butuh Waktu Satu Bulan
Sehubungan dengan itu, pihak RSSA Kota Malang turut memberikan kejelasan perihal bagaimana penanganan luka pada kelopak mata yang berwarna merah itu.
Menurut pihak medis, warna merah akibat iritasi itu bisa pulih kurang lebih dalam waktu satu bulan. Artinya, mereka akan pulih pada November mendatang.
"Menurut dokter spesialis mata di kami, tiga sampai empat minggu bisa pulih. Karena (luka) ini sebagai iritasi pada mata yang bersifat ringan dan sedang," tutur Syaifullah Asmiragani.
Sehingga, pihaknya sangat optimis para korban yang masih terluka pada matanya bisa segera pulih sesuai waktu estimasi.
"Penanganan tidak secara khusus, cukup mencuci dan obat anti radang karena sifatnya basa. Mereka yang kontrol ke sini, sudah banyak yang membaik," tuntasnya.