Pilih Balikan dengan Conte atau Mourinho? Begini Jawaban Eks Pemilik Inter Milan
INDOSPORT.COM – Eks pemilik dan Presiden Inter Milan, Massimo Moratti, memiliki pilihan andai ada opsi mantan timnya balikan dengan Antonio Conte atau Jose Mourinho.
Dalam beberapa waktu ke belakang, posisi kursi kepelatihan Inter yang ditempati Simone Inzaghi sempat berguncang karena hasil minor yang dirasakan klub berjuluk Nerazzurri itu.
Hal ini tak lepas kekalahan dari Bologna dan hasil imbang melawan Sampdoria, yang mewarnai inkonsistensi Inter di bawah arahannya.
Wacana pemecatan pun mengemuka, kendati hal tersebut baru akan dilakukan oleh Inter pada akhir musim 2022/23 ini.
Dalam laporan yang beredar, muncul beberapa kandidat yang akan direkrut Inter untuk menggantikan eks pelatih Lazio tersebut.
Salah satunya adalah Antonio Conte, yang kabarnya akan dilepas oleh Tottenham Hotspur saat kontraknya habis pada Juni 2023 nanti.
Selain itu, masih ada nama lainnya yakni mantan pemain Inter Milan sendiri, Thiago Motta, yang saat ini menukangi Bologna.
Di tengah munculnya nama Conte dan Thiago Motta, ada pula rumor yang menyebutkan Inter bisa saja menggaet Jose Mourinho sebagai pengganti Inzaghi.
Apalagi Mourinho tengah tak betah di AS Roma. Perkaranya tak lepas dari minimnya dukungan secara finansial baginya untuk membuat timnya lebih baik.
Dengan adanya opsi Antonio Conte dan Jose Mourinho kembali ke pelukan Inter Milan, eks pemiliknya, yakni Massimo Moratti, punya pilihan sendiri dari dua sosok itu. Siapa yang dipilihnya?
1. Pilihan Moratti
Dilansir dari laman The Cult of Calcio, Massimo Moratti memberikan pilihannya antara Antonio Conte dan Jose Mourinho dalam wawancaranya bersama TeleLombardia.
Dalam wawancaranya itu, Moratti seakan lebih condong ke Mourinho ketimbang Conte, andai disuruh memilih siapa pelatih yang akan diajak Inter Milan balikan.
“Dalam opini saya, itu akan selalu setimpal bersamanya (Mourinho),” buka pria yang kini telah berusia 77 tahun tersebut.
Moratti pun memberikan pandangannya mengapa ia memilih Mourinho ketimbang Conte, walau keduanya sama-sama berprestasi di Inter.
“Antonio Conte sangat bagus, tetapi dia lebih cenderung mengasingkan diri dan kerap bentrok dengan semua orang di level pribadi,” kata Moratti.
“Sebaliknya, Jose (Mourinho) melakukannya (bentrok) sebagai klub. Strateginya membuahkan hasil yang penting (bagi Inter),” lanjut Moratti.
Pernyataan Moratti sendiri berkaca pada sepak terjang Mourinho yang ia tunjuk pada 2008 untuk menggantikan Roberto Mancini.
Dalam periode 2008 hingga 2010, Mourinho meraih hasil maksimal dengan membawa Inter mendominasi kancah domestik.
Selain itu, di bawah arahan pelatih berjuluk The Special One itu pula, Inter mampu mencetak sejarah dengan meraih Treble Winners di musim 2009/10.
Sumber: The Cult of Calcio