x

Hari Olahraga Nasional, Tak Perlu Khawatir Atlet Tidak Punya Masa Depan

Kamis, 9 September 2021 16:06 WIB
Editor: Prio Hari Kristanto
Secara khusus, peringatan Haornas tahun ini menjadi saat yang tepat bagi kita untuk memupus kekhawatiran terhadap industri olahraga Tanah Air.

INDOSPORT.COM - Tepat pada hari ini, 9 September 2021, Indonesia memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang ke-38. Peringatan Haornas pertama kali diresmikan pada 1983 yang ditandai pemugaran Stadion Sriwedari di Solo.

Hari Olahraga Nasional juga menjadi tonggak pertanda untuk mengenang penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang pertama.

Dalam sejarahnya, olahraga di Indonesia begitu mendarah daging. Meski hanya segelintir cabang yang bisa mendunia, namun di dalam negeri, antusiasme terhadap olahraga sangat tinggi.

Baca Juga
Baca Juga

Entah itu sebagai penikmat, atau sebagai pelaku. Kita pun sama-sama tahu bagaimana olahraga bulutangkis dan sepak bola begitu mendarah daging di Tanah Air.

Namun, kali ini kami tidak akan membahas mengenai prestasi-prestasi olahraga apa saja yang pernah ditorehnkan atlet-atlet Tanah Air. Secara khusus, peringatan Haornas tahun ini menjadi saat yang tepat bagi kita untuk memupus kekhawatiran terhadap industri olahraga Tanah Air.

Di masa lalu, profesi atlet memang kerap dipandang sebelah mata. Bukan karena peran kontribusinya, melainkan karena ketakutan terhadap kesejahteraan di masa tua.

Banyak pihak yang merasa khawatir terhadap apresiasi yang diberikan kepada atlet. Hal ini memang beralasan, sebab di masa silam apresiasi terhadap atlet relatif masih kurang, terutama jaminan setelah pensiun. Maka, muncullah istilah 'habis manis sepah dibuang'.

Namun, dalam waktu sekitar satu dekade terakhir ini, perhatian terhadap kesejahteraan atlet berkembang pesat.

Pemerintah kini tak segan-segan menggelontorkan uang hadiah yang sangat besar bagi atlet-atlet yang berprestasi di ajang internasional seperti Olimpiade dan Asian Games.

Mengambil contoh pada Olimpiade 2020, pemerintah bersedia memberikan apresiasi materi mencapai Rp5,5 miliar kepada peraih medali emas serta Rp2,5 miliar kepada perak yang diikuti dengan perunggu dalam jumlah jumlah hadiah lebih kecil.

Tak cuma para peraih medali, para atlet yang tidak berpartisipasi pun juga ikut 'kecipratan' uang hadiah. Ditambah lagi, perhatian yang sangat luas dari masyarakat terhadap atlet-atlet yang bertanding telah mendorong berbagai pihak swasta untuk memberikan hadiah tambahan yang jumlahnya tak kalah fantastis.

Jumlah hadiah ini terus naik tiap penyelenggaraannya. Apresiasi pemerintah di Olimpiade 2020 adalah yang terbesar dalam sejarah olahraga Indonesia.

Pada Olimpiade 2016, pemerintah memberikan hadiah Rp500 juta sedikit lebih kecil dari 2020 di mana atlet peraih medali emas diganjar uang Rp5 miliar. Tak cuma atlet, para pelaku olahraga lain seperti pelatih dan official juga selalu rutin ikut ketiban rezeki.

Apresiasi besar yang ditunjukkan pemerintah juga terjadi pada ajang Asian Games 2018 silam. Sama seperti Olimpiade 2020, event Asian Games 2018 merupakan edisi dengan apresiasi hadiah terbesar dalam sejarah Asian Games yang diikuti Indonesia.

Pemerintah menyediakan bonus senilai Rp1,5 miliar bagi para peraih emas disusul uang Rp400 juta untuk peraih perak dan Rp200 juta untuk peraih perunggu.

Tak berhenti pada uang hadiah, di era kepemimpinan Presiden Jokowi, pemerintah secara rutin dan terstruktur juga mengangkat atlet-atlet berprestasi Tanah Air sebagai Pegawai Negeri Sipil atau PNS.

Baca Juga
Baca Juga

Dengan begitu, tak ada lagi alasan bagi para atlet berperstasi untuk hidup melarat di masa tua. Mereka telah diberi kesempatan untuk mengelola uang hadiah demi modal masa depan, sekaligus 'diberikan kail' dengan mengangkat mereka sebagai pegawai negeri.


1. Banyak Manfaatnya

Pebulutangkis Indonesia Tantowi Ahmad dan Liliyana Natsir saat foto bersama Presiden Joko Widodo, pemegang medali olimpiade indonesia di istana presiden pada 24 agustus 2016.

Tentu saja perhatian besar pemerintah kepada atlet-atlet nasional sangat banyak manfaatnya. Secara teknis, kita tak akan lagi mendengar berita-berita atlet yang harus menjual medali atau hidup susah dengan profesi serabutan.

Para atlet kini sudah diberi modal besar serta 'diberikan kail' untuk masa tua. Jika pada akhirnya mereka masih hidup melarat, maka itu bisa dibilang  sudah di luar tanggung jawab pemerintah.

Terlepas dari itu, manfaat terbesar dari hal ini adalah mampu meningkatnya motivasi bagi para putra-putri atlet Tanah Air untuk berpretasi mempersembahkan medali.

Pemerintah tentu sadar betul investasi yang mereka keluarkan adalah sebagai bentuk motivasi bagi para atlet untuk mau selalu memberikan yang terbaik di dalam perlombaan.

Tak cuma itu, kini para anak-anak muda akan semakin yakin dan tak ragu-ragu lagi untuk memilih atlet sebagai jalan karier mereka. Dengan terbangunnya sports environment yang semarak di Tanah Air, maka prestasi pun otomatis akan semakin banyak didapat. Selamat Hari Olahraga Nasional!

OlimpiadeHari Olahraga NasionalMedali EmasMedali Asian Games 2018Berita Olahraga

Berita Terkini