Sepenggal Kisah Sukses Mendiang Markis Kido yang Bisa Diteladani Rehan Naufal
Perut buncit Rehan Naufal Kusharjanto itu terekspos dan pertama kali disentil oleh jurnalis ternama Ainur Rohman dalam sebuah cuitan di media sosial X.
Fisik seperti ini jelas nggak ideal utk mencapai level top dunia. Agility, speed, endurance, dan power jelas nggak maksimal.
— A. Ainur Rohman (@ainurohman) September 9, 2023
Tugas federasi menjaga nutrisi dan fisik atletnya.
Tugas atlet menjaga nutrisi dan fisik dirinya sendiri.
Rekor Rehan/Lisa pasca SEA Games
Malaysia… pic.twitter.com/u8ZUNpldYa
Kondisi itu yang membuat publik di media sosial berpandangan bahwa menurunnya penampilan Rehan Naufal Kusharhanto dan Lisa Ayu Kusumawati di 2023 mungkin bisa disebabkan oleh faktor fisik dan stamina.
Ya, memang selain emas SEA Games 2023, dan menembus semifinal All England 2023, penampilan Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati cenderung tak memuaskan.
Ganda campuran Indonesia itu kerap kali terdampar di babak pertama, bahkan sering terjegal dari pemain-pemain dengan ranking di bawah mereka.
Padahal penampilan Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati di 2022 tak cukup buruk, bahkan mereka mampu tiga kali ke final.
Menyikapi fenomena tersebut, meski dimungkinkan ada faktor lain yang mempengaruhi, asumsi soal fisik mempengaruhi stamina dan performa Rehan Naufal Kbisa saja jadi fakta.
Kesimpulannya, dengan posturnya yang tidak terlalu tinggi untuk seorang atlet, Rehan Naufal Kusharjanto mungkin bisa menjadikan kisah Markis Kido sebagai salah satu sumber inspirasi.
Meski tidak terlalu tinggi secara postur, Markis Kido mengelola fisiknya dengan sangat disiplin, dan mampu memaksimalkan kelebihannya.
Dengan treatment pelatihan yang lebih baik, bukan mustahil Rehan Naufal Kusharjanto akan mengikuti jejak Markis Kido sebagai pebulutangkis cerdik, gesit, dan punya kecepatan di luar nalar.