Ketua Suporter Medan Cinta Ayam Kinantan (SMECK), Lawren Simorangkir mengaku kecewa dengan sikap Pemerintah Kota (Pemko) Medan saat ini. Pasalnya, pejabat berpengaruh di Kota Medan terkesan apatis dan tak peduli dengan perjuangan PSMS Medan di Liga 2.
Padahal, menurut pria berdarah batak ini, perjuangan Legimin Rahardjo dkk di kasta kedua di tanah air itu tak lain membawa marwah Kota Medan.
"PSMS bertanding dan berjuang kemana-mana bawa Kota Medan bukan Sumut. Tapi apa yang diberikan pemerintah kita terhadap perjuangan mereka? Sampai saat ini jangankan dukungan materil dukungan moril pun tak didapat,"ujar Lawren dengan nada kecewa saat dihubungi Indosport, Jumat (24/11/2017).
- Keuntungan Lebih Ini Buat PSMS Pede Hadapi PSIS
- PSMS Siapkan Taktik untuk Hadapi PSIS
- Alasan Djanur Senang PSMS Medan Bentrok Lawan PSIS
- Demi Saksikan Tim Kesayangan, Pendukung PSMS Medan Rela Numpang Truk ke Bandung
- Jelang Semifinal Lawan PSIS, Penggawa PSMS Medan Tunjukkan Reaksi Berbeda 180 Derajat
Lawren mencontohkan sikap Walikota Bandung yang begitu peduli dengan klub sepak bolanya. Tak hanya ikut menonton secara langsung dirinya juga sering berbaur dengan suporter dan bahkan ikut bernyanyi bersama mereka.
"Walikota kita ikut nonton PSMS selama bertanding di Liga 2 ini cuma hitungan jari dan sekedar formalitas. Tapi ketika PSMS meraih juara, muncul semua pentolan-pentolan itu cari muka, kayak juara Piala Presiden 2015 lalu," kesalnya.
Contoh lain sambungnya, pemerintah Surabaya yang begitu peduli dengan sepakbolanya. Salah satunya, dengan menyediakan puluhan bus untuk memberangkatkan suporternya mendukung tim kesayangan mereka.
"Begitu juga dengan Semarang, pemerintah kotanya juga menyediakan 12 bus untuk suporternya. Beda dengan Medan, jangankan nyiapkan bus, nanya aja pun gak pernah. Itulah kondisi kita saat ini," sebutnya.