Pelatih asal Portugal ini menjawab kritikan Paul Scholes yang pernah mengatakan bahwa Paul Pogba hanya berjalan-jalan di lapangan. Mendengar itu, Mourinho berang karena dianggap tak mampu mengurus masalah yang dihadapi Manchester United. Karenanya, ia membalas kritikan tersebut.
"Saya pikir satu-satunya hal yang Paul Scholes bisa lakukan adalah mengkritik. Saya tidak berpikir dia berkomentar, saya pikir dia mengkritik, dimana itu adalah hal yang berbeda," katanya.
- Gigit Jari, Bek Kiri Incaran Man United Dibajak Napoli
- Dua Pemain Ini Jadi Kunci Kemenangan Man United Atas Everton
- Everton 0-2 Man United: Setan Merah Geser The Blues
- Bos Napoli Tawar Anak Mantan Penyerang Timnas Italia dengan Angka Fantastis
- Tak Hanya Vitolo, Atletico Madrid Juga Perkenalkan Diego Costa
"Tidak semua orang dari kita harus fenomenal seperti dia (Scholes) sebagai pemain. Itu tidak berarti kita semua harus fenomenal," bebernya seperti dikutip dari ESPN.
Mantan pelatih Real Madrid ini juga membelah anak buahnya, Paul Pogba. Kata Mou, Pogba mencoba untuk melakukan yang terbaik sepanjang waktu. Terkadang ia bermain dengan baik dan terkadang ia tidak bermain baik.
"Saya pikir Scholes akan berada dalam sejarah sebagai pemain fenomenal, bukan sebagai pakar. Saya lebih memilih untuk memandangnya sebagai pemain fenomenal yang memberi begitu banyak penghargaan kepada klub yang saya latih sekarang," tambahnya.
Juru taktik yang mendapat predikat The Special One ini sepertinya tak senang dengan kritik yang dilontarkan Scholes. Karenanya, Mou berharap agar Paul Scholes lebih cocok sebagai legenda sebakbola ketimbang menjadi pengamat atau pelatih sekalipun.
"Jika Paul suatu hari memutuskan menjadi manajer, saya berharap dia bisa 25 persen sukses seperti saya. Paul Scholes adalah pemain fenomenal. Salah satu yang terbaik yang pernah saya lihat bermain di lini tengah. Dia memberi begitu banyak kepada klub, sehingga saya hanya bisa berterima kasih padanya untuk itu" jelasnya.