Musim 2016/17 lalu, Chelsea sangat perkasa karena mereka berhasil menjuarai Liga Primer Inggris di bawah arahan Antonio Conte. Sang pelatih juga memberikan sebuah sentuhan magis dengan mengubah cara bermain klub asal London tersebut. Mantan arsitek Juventus itu menggunakan formasi 3-4-3 dan mengandalkan kelincahan wingernya. Tren itu bahkan sempat menular dan diikuti oleh beberapa tim lainnya.
Sayangnya, kejayaan Chelsea Nampak luntur di musim kedua kepemimpinan Conte. Mereka gagal mempertahankan performa karena dianggap menampilkan permainan monoton yang telah dapat dibaca para pesaingnya.
Hal itu pun terbukti ketika mereka melakoni laga pekan ke-25 dan ke-26 Liga Primer Inggris 2017/18 ini, The Blues dibuat merasakan dua kekalahan beruntun. Ketika menjamu Bournemouth di Stamford Bridge, mereka kalah telak 0-3. Kemudian saat laga tandang melawan Watford di Vicarage Road, mereka takluk 1-4.
Dampaknya sangat terlihat, mereka kini terjerembab dan berkutat di posisi keempat. Dari 26 pertandingan yang sudah mereka jalani, Chelsea baru mengoleksi 50 poin, berselisih 19 poin dari Manchester City yang tak bergeming di puncak klasemen.
Rentetan hasil buruk tersebut secara tidak langsung membuat banyak orang yang mulai mempertanyakan masa depan Conte sebagai arsitek permainan The Blues. Sejumlah media pun menyebut bahwa posisi mantan pelatih Timnas Italia itu sudah di ujung tanduk dan bisa dipecat kapan saja.
Meski begitu, Conte masih memiliki waktu untuk memperbaiki performa Eden Hazard dan kolega. Salah satu caranya adalah dengan mencoba menerapakan sejumlah formasi berbeda, yang bisa membuat lawannya terkejut. Berikut INDOSPORT telah rangkumkan beberapa pilihan formasi yang dianggap cocok untuk merubah Chelsea: