INDOSPORT.COM - Ada 3 fakta menggegerkan pasca Sriwijaya FC takluk dari Persiraja Banda Aceh dengan skor 0-1 di perebutan tempat ketiga Liga 2 2019, Senin (25/11/19).
Pertandingan Sriwijaya FC vs Persiraja berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali, pukul 15.30 WIB. Pertandingan ini sangat penting bagi kedua tim.
Sejak awal laga, permainan Sriwijaya FC dan Persiraja sangat terbuka. Mereka ingin segera unggul lebih dulu untuk bisa sedikit tenang.
Akan tetapi hingga akhir babak pertama tak ada gol yang tercipta. Sehingga kedua pelatih harus putar otak untuk menyajikan strategi yang pas.
Usai rehat, Persiraja justri berhasil unggul lewat gol dari Assanur Rijal pada menit ke-53. Gol tersebut membuat para pemain Laskar Rencong makin semangat.
Sementara itu Sriwijaya FC beberapa kali sempat melancarkan serangan. Akan tetapi tak kunjung membuahkan hasil yang sesuai.
Hingga akhir laga, tak ada gol tambahan dari laga ini. Sehingga Persiraja berhak promosi ke Liga 1 2020 mendatang sedangkan Sriwijaya FC tertahan di Liga 2.
1. Gagal Ulangi Semen Padang
Atas kekalahan 0-1 dari Persiraja di perebutan tempa ketiga, Sriwijaya FC gagal mengulangi pencapaian yang pernah dilakukan Semen Padang di Liga 2.
Kala itu Semen Padang degradasi dari Liga 1 2017. Lalu Kabau Sirah mampu bangkit dan kembali promosi dari Liga 2 2018 ke kasta teratas sepak bola Indonesia.
Sementara itu Sriwijaya FC yang turun kasta dari Liga 1 2018, sempat tampil maksimal hingga perebutan tempat ketiga. Namun sayang Laskar Wong Kito kandas.
2. Masih Perkasa
Meski begitu ternyata ada sisi baik yang bisa dipetik Sriwijaya FC atas kekalahan 0-1 dari Persiraja. Hal tersebut ialah Sriwijaya FC ternyata masih perkasa atas lawannya.
Dalam enam pertemuan terakhir, berdasarkan Soccerway, Sriwijaya FC mampu menang tiga kali, seri sekali, dan kalah dua kali. Begitu pula sebaliknya dengan Persiraja.
3. Tuah Promosi Hilang
Fakta menggegerkan terakhir memperlihatkan kalau tuan promosi yang sempat dirasakan oleh kepala pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi hilang di Liga 2 2019.
Padahal ketika menangani Kalteng Putra di Liga 2 2018 lalu, Kas Hartadi mampu membawa Laskar Isen Mulang promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia 2019.