Kutukan Nomor 9 yang Menghantui Karier Mario Mandzukic Bersama AC Milan
Sebenarnya jika menilik pada sejarah, nomor 9 itu tidak terkutuk sama sekali karena pernah dipakai striker-striker legendaris AC Milan. Sebut saja Gunnar Nordahl, Marco van Basten, Zvonimir Boban, George Weah hingga Filippo Inzaghi.
Sialnya bagi AC Milan, nama terakhir yang disebutkan tadi merupakan sosok terakhir yang sukses bersinar dengan nomor 9 di punggungnya. Dengan kata lain, sejak musim 2012/13, nomor punggung 9 AC Milan berubah menjadi kutukan.
Padahal sejak Inzaghi pensiun, sejumlah striker beken pernah mencoba menggunakan nomor punggung keramat AC Milan itu. Mulai dari Alexandre Pato, Alessandro Matri, Mattia Destro, Fernando Torres, Luiz Adriano, Andre Silva, Gonzalo Higuain hingga Krzysztof Piatek.
Untuk beberapa nama sejatinya kariernya di AC Milan tidak terlalu buruk. Tapi faktanya tidak ada satupun striker yang sudah disebutkan tadi, bisa menyamai pencapaian peforma setajam Inzaghi sebagai pemilik terakhir nomor 9 terbaik.
Bak seperti sebuah kutukan, setiap striker yang mengambil nomor 9 malah tak mampu memenuhi ekspektasi sebagai penyerang utama AC Milan. Mungkin karena itu juga, Zlatan Ibrahimovic tak mau mengambil nomor 9 begitu tiba di AC Milan.
Namun Mandzukic memilih untuk mencoba melawan stigma negatif pada nomor punggung 9 AC Milan itu. Kesimpulannya, rasanya tentu terlalu dini jika menilai apakah Mandzukic bisa merubah takdir nomor 9 AC Milan atau tidak.
Tapi satu hal yang pasti di sini adalah, kutukan nomor 9 akan terus menghantui karier Mandzukic selama bermain di AC Milan. Jika pada akhirnya Mandzukic gagal menampilkan peforma setajam seperti saat di Juventus, maka itu artinya kutukan nomor 9 AC Milan masih ada.
Tapi jika sebaliknya yang terjadi, itu bisa jadi pertanda bagus bagi AC Milan karena dengan demikian kutukan nomor 9 akhirnya bisa diputus oleh Mandzukic. Jadi, pertandingan berikutnya AC Milan melawan Atalanta rasanya akan menjadi ujian apakah Mandzukic bisa memutus kutukan nomor 9?