Liga Indonesia

Liga 1: Masih Nekat Nyalakan Flare? PT LIB Siapkan Sanksi Tegas yang Bikin Jera

Selasa, 27 Juni 2023 09:05 WIB
Penulis: Zainal Hasan | Editor: Indra Citra Sena
© PT LIB
Launching kompetisi Liga 1 2023/2024 yang digelar oleh PT LIB di Taman Aviary BRI, Jakarta, Senin (26/06/23). Acara dihadiri oleh Ketum PSSI Erick Thohir, Waketum PSSI Zainudin Amali, Dirut PT LIB Ferry Paulus. Copyright: © PT LIB
Launching kompetisi Liga 1 2023/2024 yang digelar oleh PT LIB di Taman Aviary BRI, Jakarta, Senin (26/06/23). Acara dihadiri oleh Ketum PSSI Erick Thohir, Waketum PSSI Zainudin Amali, Dirut PT LIB Ferry Paulus.

INDOSPORT.COM - Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus, mewanti-wanti suporter semua klub untuk tidak lagi membawa, apalagi menyalakan flare di Liga 1 Indonesia 2023-2024. 

Sebab, Ferry memastikan bakal ada regulasi baru terkait hukuman berat kepada klub yang suporternya ketahuan dan terbukti menyalakan flare di Liga 1 musim depan.

Roda kompetisi Liga 1 memang bakal segera bergulir kembali. Hajatan sepak bola strata teratas di Indonesia ini dijadwalkan kick-off pada Sabtu (1/7/23).

Menjelang kick off Liga 1 2023-2024, PT LIB selaku operator kompetisi menyentil suporter-suporter yang masih menyalakan flare saat memberikan dukungan kepada tim kesayangannya di stadion. 

Tercatat masih ada beberapa kelompok suporter yang nekat menyalakan flare saat tim kesayangannya bertanding. Bahkan hal itu tampak saat beberapa klub Liga 1 melakoni laga uji coba pramusim.

Terkait itu semua, Ferry Paulus mengatakan di Liga 1 2023-2024 nantinya akan ada regulasi baru terkait hukuman. Biasanya dalam penyalaan flare berujung denda.

“Ya ke depan memang Komdis akan membuat beberapa catatan hukuman yang hukuman sifatnya berbahaya itu ada tingkatannya,” ucap Ferry Paulus, Senin (26/6/23).

Ferry akan mengajak berdiskusi klub-klub peserta terkait hukuman yang akan diterapkan. Dia ingin hukuman ini juga bisa menimbulkan efek jera.

“Ke depan itu baru ada istilahnya ada kesepakatan dari teman-teman klub untuk memformulasikan jenis hukuman dar Komdis. Seharusnya tingkatannya dan lebih tegas supaya ada efek jera,” cetusnya.