In-depth

Adu Kualitas Hugo Ekitike dan Mehdi Taremi, Siapa Paling Ganas untuk Lini Depan AC Milan?

Senin, 17 Juli 2023 22:14 WIB
Editor: Izzuddin Faruqi Adi Pratama
© REUTERS/Gonzalo Fuentes
Hugo Ekitike. (Foto:REUTERS/Gonzalo Fuentes) Copyright: © REUTERS/Gonzalo Fuentes
Hugo Ekitike. (Foto:REUTERS/Gonzalo Fuentes)
Ekitike Cocok untuk Rencana Jangka Panjang

Ekitike hanya mendapat 12 kesempatan sebagai starter kareba lini depan Les Parisiens sudah disesaki oleh trio Kylian Mbappe, Neymar, dan Lionel Messi.

Sulit bagi bomber Prancis 21 tahun itu untuk mengais jam terbang karena para pesaingnya di lini depan adalah nama-nama terbaik dunia.

Hanya saja kala masih bersama Reims di 2021/2022, Ekitike menunjukkan jika bibit predator kotak penalti memang ada dalam dirinya.

Dapat dilihat dari data Squawka di bawah ini yang menunjukkan jika statistiknya boleh diadu dengan Taremi versi 2022/2023.

© Squawka
Perbandingan statistik Mehdi Taremi (2022/2023) dengan Hugo Ekitike (2022/2023 & 2021/2022) Copyright: SquawkaPerbandingan statistik Mehdi Taremi (2022/2023) dengan Hugo Ekitike (2022/2023 & 2021/2022)

Dengan koleksi 10 gol dari 24 partai Liga 1, Ekitike bisa menyamai rataan 0,8 gol Taremi per 90 menit.

Performanya di depan gawang lawan pada musim terakhir bersama Reims juga jauh lebih efektif karena hanya berbekal 6,5 xG saja.

Sedikit sulit dipercaya memang terutama karena Ekitike memulai musim 2021/2022 saat usianya baru menginjak 19 tahun.

Seolah-olah ia menjadi pemain yang berbeda 180 derajat sebelum berbaju PSG. Sebuah bukti bahwa kepercayaan diri buah rajin bermain adalah salah satu kunci membentuk striker subur.

Ekitike dan Taremi benar-benar nyaris terlihat seperti pinang dibelah dua jika musim pembandinngnya diubah. Bahkan dengan usianya yang jauh lebih muda, Ekitike masih punya banyak ruang untuk berkembang menjadi lebih baik.

Maka dari itu AC Milan memang sebaiknya memilih Ekitike jika mereka mau bersabar untuk menunggunya kembali ke performa terbaik.

Untuk satu dekade ke depan, Ekitike akan membuat lini depan mereka punya sosok untuk bergantung.

20 juta Euro rasanya bukan uang yang terlalu banyak untuk menebusnya dari PSG. Terutama saat AC Milan baru saja mendapat dana segar hasil penjualan Sandro Tonali ke Newcastle United seharga 70 juta Euro.

Satu lagi alasan kenapa AC Milan tidak disarankan untuk mengejar Taremi adalah banyaknya rival dengan intensi serupa.

Tercatat Inter Milan dan Manchester United juga menginginkannya. Dapat dipastikan harga Mehdi Taremi di bursa transfer kali ini bisa mengalami pembengkakan buntut tingginya permintaan.

Hugo Ekitike tidak hanya menjadi target yang lebih ideal namun juga realistis untuk AC Milan dapatkan.