Timnas Indonesia

Bos Madura United Soroti Aksi Brutal Pemain No.20 Vietnam, Desak Timnas Keluar dari AFF

Minggu, 27 Agustus 2023 13:25 WIB
Penulis: Ade Gusti | Editor: Izzuddin Faruqi Adi Pratama
© MO Madura United
Presiden Madura United, Achsanul Qosasi. (Foto: MO Madura United) Copyright: © MO Madura United
Presiden Madura United, Achsanul Qosasi. (Foto: MO Madura United)
Pesan Menohok Achsanul Qosasi untuk Timnas Indonesia

“Jika pemain ini tidak disanksi oleh AF, Indonesia harus bersuara dan mempertimbangkan untuk tidak terlibat lagi dalam Turnamen AFF,” tutur Achsanul Qosasi.

“Setelah melanggar, mestinya dia mendatangi Haykal dan menunjukkan respeknya. Sepak bola adalah respek,” pungkas Achsanul Qosasi.

Tak pelak, unggahan Achsanul Qosasi langsung dibanjiri sejumlah komentar para penggemar sepak bola di tanah air.

“Kalau dipikirannya cuma ingin menang dan menang dengan mengabaikan nilai sportivitas maka sepak bola ASEAN tidak akan maju. Kalau seperti ini apakah tidak lebih baik keluar dari AFF?” tulis akun @spirit.n***.

“Ini sudah dalam bagian taktik Vietnam pak dari dulu, senior maupun junior pemainnya seperti itu memancing emosi. Anehnya lagi wasit tidak memberi kartu selalu bebas kartu sangat cerdik memang Nguyen,” akun @urnrr*** menambahkan.

“Piala AFF mafia yang selalu merusak Indonesia,” tambah akun @indra.prasist***.

Timnas Indonesia sendiri harus puas menjadi runner-up pada turnamen Piala AFF U-23 2023 kali ini setelah dikalahkan Vietnam lewat adu penalti 5-6 setelah hasil imbang 0-0 sepanjang 120 menit

Di babak adu tos-tosan, semua penendang Vietnam dan Timnas Indonesia berhasil menjalankan tugas.

Penendang keenam Indonesia Ernando Ari tembakannya bisa ditepis Quan Van Chian. Thai Ba Dat kemudian memastikan kemenangan Vietnam setelah bisa mencetak gol dari titik putih.

Untuk diketahui, pada laga ini, kepemimpinan wasit menjadi sorotan. Duel Indonesia vs Vietnam dipimpin oleh wasit utama Hiroki Kasahara (Jepang), asisten wasit satu Kimsy Pisal (Kamboja), serta Ashokraj S/0 Jeevaraja (Singapura) sebagai asisten wasit kedua.