Diving dan Keindahan Sepakbola Menurut Dele Alli
Jelang menghadapi Swansea dalam babak perempatfinal Piala FA hari ini, (17/03/18) gelandang Tottenham Hotspur, Dele Alli berbicara kepada salah satu surat kabar Inggris mengenai julukan tukang diving yang sudah melekat pada namanya.
1. Kartu Kuning
Terakhir pada bulan lalu gelandang Timnas Inggris tersebut melakukan diving kala Lilywhite menang atas Crystal Palace di Selhurst Park. Alli yang saat itu mengejar bola dan kalah cepat dari penjaga gawang Wayne Hennessey justru menjatuhkan diri sebelum tersentuh sama sekali dari penjaga gawang 31 tahun tersebut.
Kevin Friend yang memimpin pertandingan, melihat jelas ulah Alli tersebut, dirinya pun tidak memberikan penalti seperti yang diinginkan pemain muda terbaik Liga Primer Inggris tersebut. Namun Friend tidak menghadiahi Alli dengan kartu kuning.
Untuk aksi diving sendiri, Alli sudah mendapatkan dua kartu kuning dari wasit. Yaitu ketika menghadapi Huddersfield dan Liverpool.
2. Pembelaan Diri
Mendapatkan label buruk tersebut, Alli menyebut dirinya hanya melakukan tugas sebagai pemain serang dan merasa dirinya memang sering kali mendapatkan pelanggaran dari pemain bertahan.
"Tidak ada seorangpun yang ingin disebut curang. Itu adalah opini dan setiap orang memiliki opini berbeda, tukas Alli kepada The Mirror.
"Saya masuk ke dalam kotak penalti dan banyak pemain lain disana. Saya adalah pemain serang dan saya mendapatkan banyak pelanggaran disana," kilahnya.
3. Keindahan Sepakbola
Meski begitu, tak sedikitpun dirinya merasa marah terhadap label yang diberikan oleh banyak orang terhadapnya, bahkan dirinya menyebut semua opini tersebut sebagai keindahan sepakbola.
"Itulah keindahan sepak bola, semua tentang pendapat. Tapi yang utama dan yang penting bagi saya adalah keluarga dan pelatih saya. Saya yakin dengan apa yang saya lakukan, apa yang mereka percaya dan apa yang manajer lihat. Meski memang ada beberapa yang terlihat buruk," ungkapnya.