Kapten AC Milan Ogah Cari Alasan Usai Dibekuk Porto di Liga Champions
INDOSPORT.COM - Kekalahan 1-0 dari FC Porto yang didapat AC Milan dari matchday ketiga Liga Champios 2021/2022 lalu dinilai oleh Davide Calabria seharusnya bisa dihindari. Akan tetapi, fullback Italia milik Il Rossonerri tersebut tidak berminat untuk mencari alasan pembenaran hasil negatif tersebut.
Bertandang ke Estadio Do Dragao, markas Porto, Milan tidak bisa menurunkan susunan bintang terbaik mereka. Manajer Stefano Pioli terpaksa menurunkan skuat tambal sulam akibat suspensi atau cedera.
Dua pemain paling bersinar mereka saat ini Theo Hernandez dan Brahim Diaz harus menjalani isolaso akibat paparan virus Covid-19. Sementara itu Franck Kessie juga harus absen pascakartu merah yang ia terima di partai melawan Atletico Madrid.
Luka terbuka Milan kemudian digarami dengan proses terjadinya gol tunggal Porto yang dinilai kontroversial. Sebelum Luis Diaz bisa menembak terjadi dugaan pelanggaran pada Ismael Bennacer yang dilakukan oleh Mehdi Taremi namun wasit tetap mengesahkan gol.
Calabria yang bertindak sebagai kapten Milan di laga tersebut jelas merasa kecewa. Untuk itu ia ingin agar rekan-rekannya bisa bangkit untuk meraih hasil maksimal di pertandingan selanjutnya.
"Aku tidak mau mencari-cari alasan karena itu akan membuat kami tidak pantas mengenakan seragam Milan. Sejumlah pemain masih belum dalam kondisi bugar jadi hasil ini tidak terlalu mengejutkan," papar Calabria pada Mediaset.
"Tidak ada gunanya menangisi nasi yang sudah jadi bubur. Milan harus bersiap untuk partai berikutnya. Di Liga Italia kami masih punya tren bagus untuk dilanjutkan,"
"Di mataku gol Porto tidak sah tapi VAR belakangan ini tidak berpihak pada kami," tambahnya lagi merujuk pada insinden penalti karena handball melawan Atletico.
1. Incar Liga Europa?
Kekalahan ini membuat Milan terpaksa menjadi juru kunci Grup B di musim perdana mereka kembali ke Liga Champions setelah sekian lama. Dari tiga matchday wakil kota mode gagal meraup satu pun poin.
Gawang mereka pun juga jadi lumbung gol dengan rata-rata dua kali kemasukan tiap 90 menit. Target AC Milan lolos ke 16 Liga Champions besar tampaknya harus dievaluasi menjadi pindah ke Liga Europa via posisi ketiga bila pembenahan tidak segera direncanakan.